(0264) 214952 / (0264)8225153
  info@stt-wastukancana.ac.id

Profil

Organisasi Penyelenggara

Struktur organisasi formal disusun untuk membantu pencapaian tujuan organisasi dengan lebih efektif. Organisasi formal harus memiliki tujuan dan sasaran. Tanpa tujuan organisasi tidak mungkin membuat perencanaan, selain itu tujuan diperlukan untuk menilai keberhasilan suatu organisasi. Tujuan organisasi ini akan menentukan struktur organisasinya, yaitu dengan menentukan seluruh tugas pekerjaan, hubungan antar tugas batas wewenang dan tanggung jawab untuk menjalankan masing-masing tugas tersebut. Atas dasar kegiatan itu selanjutnya akan dapat disusun pola tetap hubungan-hubungan diantara bidang-bidang keputusan maupun para pelaksana yang mempunyai kedudukan wewenang dan tanggung jawab tertentu, dan ini semua akan menghasilkan kerangka struktur organisasi.

Struktur organisasi formal Yayasan Bunga Bangsa mempunyai dua aspek penting berdasarkan UU. No. 28 Tahun 2004 tentang Yayasan antara lain; pertama model struktur, dimana kita dapat mempergunakan prinsip-prinsip teori organisasi dan kedua dimensi-dimensi dasar struktur yang akan menentukan kegiatan-kegiatan dan hubungan-hubungan yang harus dilakukan dan tingkat spesialisasi yang dapat diberikan.

Dalam konteks ini STT-Wastukancana merupakan lembaga pendidikan tinggi swasta diselenggarakan secara penuh oleh Yayasan Bunga Bangsa Purwakarta, berdasarkan kepada Akta Notaris yang telah disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan terbaru antara lain:

  1. Akta Notaris No. 8 Tanggal 9 Februari 2000
  2. Akta Notaris No. 1 Tanggal 4 Agustus 2004
  3. Akta Notaris No. 15 Tanggal 27 Januari 2009
  4. Akta Notaris No. 88 Tanggal 25 Juli 2011

Berdasarkan Akta Notaris terakhir unsur-unsur kepengurusan kelengkapan organisasi Yayasan Bunga Bangsa terdiri dari 1 orang Dewan Pembina, 1 orang Ketua, 1 orang Wakil Ketua, 1 orang Sekretaris, 1 orang Bendahara, dan 1 orang Dewan Pengawas. Fungsi-fungsi kelengkapan organisasi tersebut tertuang didalam Anggaran Dasar/Akta Notaris Yayasan Bunga Bangsa. Kepengurusan tersebut struktur organisasinya seperti pada gambar dibawah ini.

Tata Pamong Yayasan Bunga Bangsa

Pada saat ini personil kelengkapan organisasi Yayasan Bunga Bangsa dipercaya kepada:

Dewan Pengurus:

Ketua Yayasan : Mayjen TNI (Purn.) H. Aryono Murtamadinata

Wakil Ketua : Drs. Sulaeman, M.Pd.

Sekretaris : Drs. Sumartono, MM.

Sekretaris 2 : Ibnu Tsani Rangga, S.Ikom.

Bendahara : Iwan Hilman Hamwa

Dewan Pengawas : Ir. Nefli Yusuf, M.Eng.


VISI SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI WASTUKANCANA

Menjadi Perguruan Tinggi berbasis riset terdepan dan pelopor rekayasa teknologi tepat guna


MISI SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI WASTUKANCANA

  1. Mengembangkan sistem pendidikan yang profesional dalam koridor Tridarma Perguruan Tinggi.
  2. Mengembangkan proses penyelenggaraan pendidikan yang mengutamakan mutu dan keunggulan terpadu sesuai tuntunan kebutuhan pasar kerja.
  3. Mengambangkan iklim belajar berwawasan global yang berakar pada norma dan nilai budaya bangsa Indonesia.
  4. memberdayakan seluruh potensi STT Wastukancana dalam rangka mewujudkan pelayanan bagi kesejahteraan Masyarakat.

Tujuan umum proses belajar mengajar di STT Wastukancana diharapkan lulusannya :

  1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki integritas yang tinggi terhadap Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Terbuka dan tanggap terhadap perubahan, konsisten dalam menjalankan kewajiban pada bidang ilmu dan teknologi maupun permasalahan kemasyarakatan,khususnya yang berkaitan dengan bidang keahlian.
  3. Mampu mengenali, mengamati dan melakukan pendekatan serta penalaran terhadap suatu masalah kemasyarakatan, khususnya yang berkaitan dengan keahliannya.
  4. Mampu menerapkan pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya ke dalam kegiatan-kegiatan yang produktif.
  5. Memiliki dasar-dasar ilmu pengetahuan yang cukup untuk memperluas wawasan/pandangan, terutama terhadap masalah dalam lingkup bidang keahliannya.
  6. Memiliki dasar-dasar ilmu sehingga mampu berfikir,bersikap dan bertindak ilmuwan.
  7. Memiliki dasar ilmu pengetahuan yang cukup untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Profil Lulusan Program Studi

Yang Diharapkan STT-Wastukancana :

No Program Studi Kompetensi Lulusan yang diharapkan
Jenjang S1
1Teknik IndustriLulusan memiliki sejumlah kemampuan analisis dan keterampilan bidang teknik industri, antara lain: Mengatur tata letak pabrik, mengendalikan proses produksi yang efektif dan efisien, mengelola SDM dan pengelolaan logistik untuk memenuhi usaha mandiri (wirausaha) atau mengisi kesempatan kerja pada instansi dan dunia usaha di lingkungannya.
2 Teknik Mesin Lulusan memiliki sejumlah kemampuan untuk menganalisis dan trampil dalam bidang teknik mesin yang konsentrasinya pada rekayasa manufaktur, antara lain mampu melakukan proses produksi permesinan, designer konstruksi, menghitung kekuatan bahan, dan pengecoran logam untuk memenuhi usaha mandiri (wirausaha) atau mengisi kesempatan kerja pada dunia usaha di lingkungannya.
3 Teknik Informatika Lulusan memiliki kemampuan dalam menganalisis dan merancang sistem informasi atau komunikasi untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri dalam menghadapi era globalisasi.
Jenjang D3
4 Manajemen Industri Luluksan memiliki sejumlah kemampuan profesional yang terampil pada bidang tata kelola untuk dunia usaha mandiri atau industri umum, yang meliputi kemampuan manajemen logistik, SDM, transportasi, marketing, keuangan, dan administrasi umum.
5 Teknik Mesin Lulusannya memiliki sejumlah kemampuan profesional yang terampil pada bidang otomotif untuk berwirausaha atau memenuhi kebutuhan industri otomotif di lingkungannya, dengan konsentrasi pada pemeliharaan/perawatan dan perbaikan (servicing), pembentukan dan rekayasa teknologi tepat guna.
6 Teknik Tekstil Lulusannya memiliki sejumlah kemampuan profesional yang terampil pada bidang teknik tekstil untuk usaha mandiri atau memenuhi kesempatan kerja pada bidang industri tekstil, dengan konsentrasi keahlian; rekayasa, operasional, pemeliharaan dan perawatan mesin tekstil, pertenunan, perajutan dan pengendalian mutu produksi kain.